Informasi teknologi smartphone tips android dan info menarik

Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia

Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia - Trkadang rasa cinta seorang fans terhadap tim pujaan dapat menjadi sangat besar melebihi rasa cinta terhadap sesama manusia, tak jarang aksi kerusuhan yang menimbulkan korban luka bahkan korban jiwa terjadi demi tim pujaan. ada beberapa Fans sepak bola yang terkenal atas loyalitas mereka sehingga tak ragu untuk melakukan kerusuhan dan tindakan yang mengganggu ketertiban sehingga sangat ditakuti oleh fans tim lain. fan tersebut diantaranya :
  • 1. Fans Gala
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Fans gala adalah sebutan untuk suporter club asal turkey, club itu bernama Galatasary FC. Welcome To Hell merupakan slogan mereka ketika galatasary FC bermain di kandang. Kandang neraka tak hanya sekadar bahasa bombastis jurnalisme dalam sepak bola. Sebab, nama itu memang ada. Yakni, julukan yang diberikan untuk kandang Galatasaray, baik ketika masih di Ali Sami Yen atau ketika sudah pindah ke Turk Telekom Arena dua tahun terakhir.

Faktor utama yang membuat kandang Galatasary mendapat julukan cehennem (neraka) itu tentu saja karena teror maupun intimidasi fans Gala kepada tim yang bertandang ke sana. Beberapa klub top Eropa sudah pernah merasakannya. Sebut saja sampai Manchester United yang keok 0-1 di fase grup Liga Champions musim ini. Dari sebuah alat pengukur suara, teriakan fans Gala bisa mencapai 106,3 desibel. Sebagai catatan, rata-rata batas aman seseorang terhindar dari gangguan pendengaran karena suara bising adalah tak lebih dari 80 desibel. Bahkan dalam laga derby melawan Fernerbache, seorang fans gala sampai menikam fans lawan sampai meninggal dunia.Peristiwa pembunuhan itu terjadi 12 Mei lalu.

Lebih dari 100 orang ditahan setelah Kitalar Arasi Derbi (julukan derby Istanbul). Derby antara Fatih sebutan untuk Gala yang "Eropa" dan Kadikoy Fener yang "Asia" adalah salah satu derby yang paling menyakitkan di dunia. Dimulai dengan rivalitas budaya Eropa vs Asia kemudian merembet ke pertarungan antara kelas atas lawan kelas pekerja. Seteru Gala vs Fener makin panas seiring pertumbuhan masing-masing fans di dua klub paling sukses di Turki tersebut--masing-masing 17 gelar liga.
  • 2. Inter city Firm
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Sekelompok hooligan yang aktif dari tahun 1970-an sampai tahun 1990, yang dikenal dengan Inter City yang dikenal fanatik membela klub asal London West Ham United. Dinamakan setelah mereka melakukan perjalanan kereta api selama pertandingan tandang, Inter City Firm memiliki ciri khas oleh kebiasaan mereka meninggalkan kartu pada korban rivalnya yang berhasil mereka serang yang bertuliskan; membaca: “Congratulation­s, you’ve just met the ICF.” Banyak pula contoh perilaku ekstrim kekerasan mereka telah didokumentasika­n, terhadap fans London lainnya seperti seperti Bushwackers Millwall.
  • 3. Ultras Lazio
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Sejarah pendukung Lazio dimulai di Curva Sud di akhir tahun 1960an, mengikuti pergerakan tahun 1968. Ketika para kelompok-kelompok kecil pendukung muda Lazio menemukan tempat mereka di stadion Olimpico. Mereka adalah Ultras pertama, dan nama-nama kelompok mereka antara lain, Tupamaros, Aquile, Ultras, Vigilantes, NAB, CAST, dan Marines.

Mereka akhirnya terbagi dan membentuk kelompok yang lebih besar. Jadi, pada tahun 1971 munculah sejarah lahirnya kelompok supporter terorganisasi pertama Lazio, yakni COMMANDOS MONTEVERDE LAZIO, yang namanya berasal dari salah satu bagian dari kota Roma, yang lebih sering dikenal dengan nama C.M.L '74, karena pada tahun itu Lazio scudetto untuk pertama kalinya.

Pada tahun 1976, kelompok-kelompok dari Curva Sud memutuskan untuk bersatu dalam nama G.A.B.A, yang kemudian menjadi EAGLES SUPPORTERS pada tahun berikutnya, yang terkenal dengan banner bahasa inggris 56 meternya yang akhirnya pindah ke Curva Nord. Pada tahun 1978 kelompok lainnya yaitu VIKING muncul di Curva Sud (mereka adalah kelompok paling keras dan sangat berorientasi politik) dengan helm viking dan kapak bipens sebagai simbolnya.

Tanggal 28 Oktober 1979 akan dikenang sebagai hari paling kelam dalam sejarah pendukung Lazio ketika dalam pertandingan derby antara Roma dan S.S. Lazio, salah satu dari 15 ribu pendukung Lazio di Curva Nord, yakni Vicenzo Paparelli (33 tahun) tewas terkena terjangan roket yang diluncurkan oleh pemuda berusia 17 tahun dari Curva Sud (Pendukung AS Roma). Pada tahun yang sama EAGLES SUPPOETERS memutuskan untuk berpindah tempat ke CURVA NORD dan diikuti semua kelompok lainnya kecuali VIKINGS yang akhirnya pindah 2 tahun kemudian.

Dan di tahun 1987 mulai pertandingan melawan Padova, EAGLES SUPPORTERS bukan lagi satu-satunya kelompok yang mendukung Lazio di Curva Nord karena untuk pertama kalinya muncul sebuah kelompok baru bernama IRRIDUCIBILI yang muncul dengan banner 10 meter bertuliskan nama kelompok mereka. Kehadiran IRRIDUCIBILI mengubah total cara mendukung klub dengan cara menghilangkan alat musik seperti drum-drum, terompet dan memperkenalkan sorakan-sorakan ala supporter Inggris. (Jadi ketika kini anda menonton pertandingan Italia yang pendukungnya tidak lagi mempergunakan alat musik itu semua berkat usaha  IRRIDUCIBILI Lazio). Pada tahun 1992 EAGLES SUPPORTERS, yang tetap mengikuti gaya lama, hilang dan bubar di Curva Nord.

Sekarang Curva Nord di jaga oleh IRRIDUCIBILI, C.M.L '74, VIKINGS, BANDA NOANTRI, kelompok ANNI '70, VETERANI di Tribun Tevere dan LEGIONE di Curva Sud.

Dan berikut ini adalah salah satu orientasi kehidupan pendukung Lazio dengan Irriducibilinya yang kata banyak pakar sangat rasis dan konservatif.

Salah satu contoh yang paling kentara aroma persaingan politiknya adalah Lazio melawan Atalanta. Dimana Irriducibilli Lazio adalah Sayap kanan (ultra konservatif) sedangkan Atalanta adalah Sayap kiri sejati (liberal) dan bahkan ultras Livorno (Brigate Autonome Livornesi) adalah pendukung sejati komunisme dimana banyak banner mereka yang berlambang parang dan sabit, simbol anarki, dan che guevara tertampang dibeberapa tribun khususnya curva nord dan curva sud.

Memang banyak orang mengkritik Laziali karena mereka sangat konservatif dalam beberapa hal, misalnya sampai saat ini masih rasis dan sangat membenci kaum Yahudi.  
"I'm a fascist, not a racist... The salute is aimed at my people. With the straight arm I don't want to incite violence and certainly not racial hatred."  - Di canio
Di Canio adalah mantan pemain lazio yang pada masa mudanya pernah bergabung dengan ultras lazio Irriducibili dan dia mengikrarkan Hidupnya untuk lazio.

Perbuatan suporter Lazio yang melakukan aksi rasis dan melakukan gerakan penghormatan ala Nazi saat pertandingan melawan Borussia Moenchengladbach, membuat Lazio dihukum tak boleh bermain di hadapan pendukungnya sendiri dalam dua laga kandang di kompetisi Eropa. Selain itu Lazio diberi sanksi denda sebesar 40 ribu Euro. setelah sebelumnya UEFA mendenda Lazio sebesar 140 ribu euro atau Rp1,83 miliar setelah suporternya dianggap rasis saat melakoni laga Europa League melawan Tottenham Hotspur dan MariborLazio didenda 90 ribu euro oleh otoritas tertinggi sepakbola Eropa itu setelah memajang spanduk bernada hinaan saat menjamu Tottenham pada 22 November 2012 silam. Spanduk bertuliskan "Free Palestine" terbentang di Olimpico. Tak hanya itu, Laziale juga menyanyikan "Juden Totteham" atau Tottenham Yahudi mengingat klub asal London Utara ini memang punya hubungan sejarah dengan Yahudi. Untuk denda 10 ribu euro diberikan karena fans Lazio dianggap membuat keonaran. Sedangkan denda 40 ribu euro diberikan UEFA kepada Lazio setelah teriakan "monyet" suporter Lazio pada September tahun 2012 lalu. Lazio juga dihukum setelah Laziale menembakkan kembang api dan petasan selama pertandingan. 
Ultras Lazio berersahabat dengan ultras dari Internazionale. Persahabatan ini lahir pada pertengahan tahun 1980-an dan menjadi lebih kuat dalam beberapa tahun terakhir stelah Final UEFA Cup 1997-98 di Paris.

Persahabatan lain Supporter Lazio yang terjalin sekitar tahun 80an, yaitu dengan supporter dari Triestina. Saat Ultras Triestina membentangkan spanduk untuk Lazio, dalam bahasa italia Italia, Selamat Datang Eagles, bersama kita kembali

Persahabatan juga terjalin antara Ultras Lazio dengan supporter Hellas Verona. Hal ini didasarkan pada dua kelompok yang menjadi penganut sayap kanan, dan berbagi prinsip sesama ultras. Namun, Fans Verona adalah orang-orang yang bershabat juga dengan Fiorentina, yang sejarahnya merupakan saingan dari Lazio, yang berarti hanya ada satu amicizia, atau persahabatan, sebagai persahabatan yangg asli. Persahabatan seperti ini juga dipakai dengan ultras Chieti.

Sejak pertama mereka bermain di Eropa, Lazio mulai membangun persahabatan di tingkat internasional. Yang paling penting adalah dengan Ultras Real Madrid yang dikenal sebagai Ultras Sur, Espanyol Brigadas dan Headhunter Chelsea.
  • 4. Millwall Bushwackers
    Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Namanya diambil dari nama ambushers Perang Sipil Amerika. Mereka bahkan memiliki senjata hasil improvisasi yang dinamai Brick Millwall, terbuat dari koran dan digunakan untuk menyerang fans rivalnya. Pada 1980-an, Bushwackers menimbulkan kekerasan serius selama pertandingan, dan bertanggung jawab atas beberapa kerusuhan terburuk dalam sepak bola Inggris. Pada tahun 2001 mereka juga terlibat kerusuhan dan menyerang komunitas lainnya Wolverhampton. Sementara 2002, mereka juga terlibat pertumpahan darah pada malam play-off melawan Birmingham City, yang oleh pihak kepolisian dianggap sebagai kekerasan terburuk yang pernah mereka alami.
  • 5. HeadHunters
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Sekitar tahun 1970-1980, Chelsea Headhunters yang sebelumnya dikenal dengan Chelsea Shed Boys, kerap dikaitkan dengan holiganisme. Di Stamford Bridge, mereka menempati tribun Shed End, dari sanalah nama Chelsea Shed Boys berasal.

Chelsea Shed Boys ternyata tidak bertahan lama. Tahun 1976, pihak kepolisian London membubarkan komunitas tersebut dan berganti menjadi Chelsea Headhunters. Setelah FA mengeluarkan kebijakan baru di seluruh stadion Inggris agar menggunakan tribun yang dilengkapi bangku sikap holiganisme dan anarkis pun mulai luntur dengan sendirinya.

Sejak diambil oleh miliuner asal Rusia, Roman Abramovich tahun 2003 silam, True Blue menjadi suporter resmi yang didukung oleh pihak manajemen. True Blue pun menjadi semakin terorganisir dan berkembang pesat.

Fanatisme fans pendukung Chelsea terus bertamabah dan makin besar seiring prestasi yang diraih oleh The Blues. Dukungan pun menjalar hingga benua Asia, khususnya Indonesia.
  • 6. Ultras Milano 
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Ultras milano adalah sebutan untuk supporter klub AC Milan yang terdiri dari Curva Sud, Fossa Dei leoni (Guerrieri Ultras), Brigate Rossoneri 1975, Commandos Tigre, Alternativa Rossonera, dan lain lain

Curva Sud adalah daerah yg bentuknya berupa kurva (Curva), yang ada di bagian belakang gawang Stadio San Siro. Dibagian Selatan menjadi tempatnya para ultras Milan. Ultras ini tidak hanya ada satu, tapi ada banyak kelompok yang dibawah nama tersebut.

Fossa Del Leoni adalah ultras Milan yang menganut aliran ekstrem kiri, sedangkan Brigate Rossoneri (BRN) beraliran ekstrem kanan, yang dibentuk pada tahun 1975, penampilan pertama mereka pada 10 oktober 75 saat Milan kontra Bologna. BRN adalah gabungan dari 2 kelompok yaitu Cava Del Demonio dan Ultras yang sejak lama berada di Curva Sud. Sedangkan Fossa Del Leoni (FDL) ini dibentuk 1968 melalui teman antar teman, antar pekerja. Namun di tahun 2005, FDL membubarkan diri secara organisasi dan membentuk Guerrieri Ultras Curva Sud Milano.
  • 7. Red Army
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Red Army merupakan julukan bagi kelompok hooligans atau fans garis keras Manchester United yang lebih terkenal dengan istilah “hooligan firm”. Pada era akhir tahun 70an dan awal 80an merupakan masa dimana Red Army sangat terkenal dengan segala eksistensinya, hingga mendapatkan predikat sebagai kelompok hooligans terbesar di negeri Inggris Raya. Mereka sering kali berkelahi dengan kelompok hooligans lainnya, terutama dengan rival terberat mereka saat itu ICF (Inter CIty Firm) yang merupakan kelompok hooligans dari klub West Ham United. Red Army tampil dalam film dokumenter tahun 1985 berjudul ‘hooligan’ dimana saat itu kelompok hoolians West Ham United melakukan perjalanan away ke Old Trafford dalam pertandingan Piala FA Putaran ke-6, dan terjadi perkelahian besar antara Red Army dengan ICF di sekitar Manchester seusai pertandingan.

Red Army adalah nama yang diberikan kepada away supporters Manchester United selama tahun 1970-an. Yang paling terkenal adalah pada tahun 1974-75, saat United terdegradasi dari divisi utama Liga Inggris dan bermain satu musim di divisi kedua. Red Army yang selalu menyebabkan kekacauan di seluruh negeri Inggris, mengunjungi stadion di mana mereka akan hadir lebih banyak dari pada home fans. Bersama dengan penggemar Bolton Wanderers saat itu, mereka menusuk penggemar muda Blackpool hingga tewas di belakang The Kop Spion di Bloomfield Road kota Blackpool saat pertandingan Divisi II pada tanggal 24 Agustus 1974, hal ini menyebabkan FA Inggris mewajibkan seluruh stadion di Inggris untuk memasang pagar tinggi.

Anggota Red Army yang paling terkenal saat itu adalah Tony O’Neill, yang memimpin kelompok tersebut pada akhir tahun 1970 hingga sekitar tahun 2001 ketika ia dilarang menginjakkan kaki di seluruh stadion sepakbola di Inggris oleh Pemerintah setempat. O’Neill telah merilis dua buku tentang hooligan firm tersebut, yaitu Red Army General pada tahun 2004 dan The Men in Black di tahun 2006 dan kini menjadi pimpinan perusahaan Champions Sport Travel penyedia jasa bagi fans United yang ingin menghadiri pertandingan away Manchester United. Judul dari The Men In Black berasal dari aggota Red Army yang dikenal selalu mengenakan pakaian serba hitam saat menonton pertandingan, dengan insiden paling dikenang adalah ketika mereka pergi untuk men-support United melawan West Ham di Upton Park, saat itu mereka menyergap para fans West Ham mengenakan balaclava.

Di saat Red Army mengunjungi suatu kota maka tempat itu akan berdengung, mereka selalu pergi dalam kelompok besar, mereka melakukan perjalanan dengan kereta api, mobil besar, bus/truk atau apapupun kendaraan yang dapat mengangkut mereka ketempat tujuan karena semangat besar mereka guna mendukung tim kesayangannya. Bahkan tidak peduli jarak yang jauh, hujan atau cerah, tetap saja mereka ada di sana, berdiri dan tidak berhenti menyuarakan chant selama pertandingan berlangsung.

Selama bertahun-tahun Red Army selalu hadir di pertandingan United dengan jumlah yang besar, dan kini dalam era teknologi informasi yang sudah mendunia dengan adanya internet, Red Army makin dikenal secara global. Banyak dari fans Manchester United di seluruh dunia mendapatkan inspirasi dari mereka dalam men-support klub kebanggannya terutama dengan chant-chant mereka. Kini semakiin banyak fans United dimanapun mereka berada akan selalu menganggap dirinya sebagai Red Army.
  • 8. Ultras Roma
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
AS Roma adalah yang memiliki Fans terbanyak kelima selain Juventus , Internazionale , Milan dan Napoli dengan sekitar 7% dari penggemar sepak bola Italia mendukung AS Roma (menurut penelitian Institut Doxa-L'Espresso terhadap April 2006). Secara historis Bagian terbesar dari pendukung AS Roma di kota Roma datang dari penduduk kota bagian dalam, terutama Testaccio. Kelompok Fans pendukung AS Roma yang tertua adalah Commando Ultra Curva Sud biasa disingkat CUCS. kelompok ini didirikan oleh penggabungan kelompok-kelompok kecil dan dianggap salah satu yang paling bersejarah dalam sejarah sepakbola Eropa. Namun , pada pertengahan 1990-an CUCS telah dirampas oleh kelompok yang bersaing dan akhirnya bubar. Sejak saat itu, Curva Sud dari Stadion Olimpico telah dikendalikan oleh kelompok sayap kanan seperti AS Roma Ultras , BOYS , Giovinezza dan lainnya. Pada bulan September 2009 klub mengumumkan rencana untuk membangun baru stadion berkapasitas 55.000 di pinggiran barat Roma.
  • 9. Ultras Sur
Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia
Kelompok ini adalah pendukung tim Real Madrid, berdiri pada tahun 1980-an. Awalnya mereka tertantang oleh militansi Biris North, kelompok suporter garis keras asal Sevilla yang berdiri pada 1975. Sejak awal berdiri Ultras Sur langsung tumbuh menjadi kelompok radikal garis keras dan punya militansi yang luar biasa terhadap Madrid. Kelompok ini menguasai tribun selatan Stadion Santiago Bernabeu.

Pada 1992, beberapa tokoh Ultras Sur memisahkan diri dan membentuk kelompok baru lagi. Namanya Orgullo Vikingo dan menguasai tribun sebelah utara. Setelah beberapa lama, Orgullo Vikingo meninggalkan tribun utara dan kini berada di tribun Valencia di Santiago Bernabeu. Meski memisahkan diri, prinsip dan filosofi Orgullo Vikingo hampir sama dengan Ultras Sur itu sendiri. Mereka menganut ideologi fasis dan cenderung ke ekstrim. Mereka tidak segan-segan bentrok dengan fans klub lain yang mereka anggap musuh. 

Itu lah beberapa Fans klub sepak bola paling ditakuti di dunia, semoga informasi ini dapat berguna bagi para pembaca sekalian.

Fans Sepak Bola Paling Ditakuti Di dunia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Puspito Purwo Sunarto